Tidak seperti Coca cola yang berbahan dasar daun koka dan Root beer yang berbahan dasar ekstrak akar dari pohon sassafras, minuman Dr. Pepper tidak menggunakan bahan bahan herbal. Semuanya adalah bahan rekayasa manusia.  Bahan bahannya ialah air berkarbonasi, sirup jagung, pewarna caramel, fosfor, perasa berbagai macam, pengawet sodium benzoate dan kafein. Karena itu, minuman soda Dr. Pepper mempunyai warna dan rasa yang lebih bervariasi. W.W. Clements, mantan direktur perusahaan Dr. Pepper mengatakan sesuat yang menarik tentang produknya,"Saya tidak dapat menggambarkan bagaimana rasa Dr. Pepper.  Rasanya bukan seperti apel, juga bukan seperti jeruk, juga bukan seperti stroberi, bukan seperti root beer dan juga bukan seperti cola. Minuman ini diciptakan oleh seseorang  apoteker (sama seperti pendiri coca cola dan pepsi yang adalah seorang apoteker) yang bernama  Charles Aderton pada tahun 1880 di Waco, Texas, Amerika Serikat. Dia menciptakan formula Dr Pepper setelah melalui berbagai macam testing di toko obat yang dimiliki sendiri. Minuman Dr Pepper pertama kali di jual secara nasional di Amerika Serikat pada tahun 1904 dengan 23 varian rasa.

Sekarang, seperti halnya minuman soda lain produksi Amerika, produk inipun telah mendunia dan dijual di lebih dari berbagai negara termasuk Indonesia, hanya saja di Indonesia Dr Pepper kurang dikenal karena pemasarannya yang kurang gencar dan ketika kita masuk ke dalam supermarket yang besar pasti terdapat kaleng Dr. Pepper yang dijual disamping Coca cola, Sprite, dan minuman minuman soda lainnya. Kita tidak akan mendapati Dr. Pepper di toko swalayan kecil.  Ada macam macam varian rasa dari Dr Pepper yang mana namanya diambil dari perasa yang ditambahkan di varian Dr Pepper tersebut, misalnya Cherry Vanilla Dr. Pepper dimana perasa vanilla dan cherry ditambahkan dan juga Dr. Pepper Berries and Cream yang mengandung buah berry dan juga krim susu. Juga terdapat varian diet  yang rendah gula dan bebas kafein seperti halnya minuman minuman soda lainnya.